Oky's Journal Online

My Dedicated for All My Friends in Librarian Community at Ubaya

2008/1/25

Meratapi Zion

Tags:
@ 08:44 PM (6 months, 26 days ago)

Bertepuk Sebelah Tangan

Ketika Israel Meratapi Zion


oleh : Oky Widyanarko

Pustakawan Universitas Surabaya


  • Sekilas Pandang
Tanah yang dijanjikan oleh Allah kepada bangsa Israel semenjak mereka dibawa oleh Musa sampai saat ini tidak pernah sepenuhnya menjadi hak milik bangsa ini. Mereka saat ini harus dapat hidup berdampingan dengan saudara tua mereka dari bangsa Arab yaitu Palestina. Bangsa Arab dengan mayoritas muslim memang hidup di sebagian besar wilayah Timur Tengah dan Jazirah Arab. Bangsa Israel seolah-olah memang ditakdirkan menjadi bangsa asing di negerinya sendiri, seperti yang diceritakan dalam kitab mereka sendiri ,

Read the rest of this entry ... (479 words left)

2008/1/15

Ya'juj dan Ma'juj Ancaman di Akhir Zaman

Tags:
@ 03:26 AM (7 months, 7 days ago)

Oleh :

Oky Widyanarko

" Hingga Apabila Telah Dibukakan (Benteng) Ya'juj dan Ma'juj, Sedangkan Mereka Turun dengan Cepatnya dari Seluruh Tempat yang Tinggi " (QS. Al-Anbiya : 96 ) " 

 

Apabila pembaca pernah mengikuti sequel film layar lebar “The Lord of The Rings” dikisahkan terjadi peperangan antara komunitas jahat kerajaan Sauron melawan komunitas baik yg dipimpin  Aragorn dan para hobitnya. Bagaimana kita melihat Saruman mempunyai  pasukannya yang terdiri dari orang-orang “Orc” yang buas dan beringas menyusun sebuah kekuatan di gua-gua dan gunung-gunung. Komunitas “Orc” inilah yang kemudian melakukan perusakan, pembunuhan dan penghancuran kota-kota disekitarnya untuk merebut kekuasaan dan wilayah kerajaan lain dengan misi berusaha untuk menguasai dunia dan seisinya dengan pengaruh kekuatan hitam, sedangkan para ksatria putih pembela kebenaran dan hobit berusaha menyelamatkan dunia dari kehancuran. Ternyata gambaran itu tidak saja hanya di film belaka, dalam kenyataanya di dunia fana ini sendiri banyak diramalkan akan datangnya kelompok yang akan membuat kehancuran dimuka bumi ini dan tentu saja Allah SWT dengan perantara Rasulnya sudah mewanti-wanti kepada manusia akan datangnya ancaman tersebut seperti pada ayat pembuka di diatas.

Salah satu rukun Iman yaitu setiap muslim percaya pada datangnya hari akhir atau hari Kiamat. Datangnya hari yang penuh kedahsyatan tersebut tiada seorangpun yang tahu. Bahkan Rasulullah sendiri hanya mengetahui tanda-tandanya saja, seperti sabda beliau,

“Sekali-kali kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat sepuluh tanda-tandanya, Kemudian beliau menyebut asap, Dajjal, binatang melata, Ya’juj dan Ma’juj, tenggelamnya tiga daratan yaitu di timur,barat dan jazirah arab….” (Hadist Shohih Muslim)

Siapakah gerangan Ya’juj dan Ma’juj ini…kenapa begitu pentingnya sehingga Allah SWT telah memperingatkan kepada kaum muslimin semua agar mewaspadai ancaman dari kaum yang satu ini. Bila pembaca merenungi kembali Quran surat Al-Kahfi maka dari sinilah permulaan datangnya bencana dari golongan Ya’juj dan Ma’juj ini. Bermula ketika DZulkarnain menaklukan kerajaan di barat dan di timur kemudian ketika akan kembali ke timur melalui utara, takkala sampai diantara dua gunung, ia menjumpai komunitas yang bersebelahan dengan kedua gunung tersebut yaitu dua gunung yang telah ada sejak Allah menciptakan bumi ini. Tapi diantara dua gunung tersebut terdapat celah atau gap pemisah. Dari gap inilah komunitas Ya’juj dan Ma’juj bisa menjamah komunitas lain yang berdekatan dengan mereka, lantas mereka melakukan perusakan, perampokan, pembunuhan dan penghancuran. Komunitas lain yang merasa terancam tersebut kemudian mengadukan hal tersebut kepada Dzulkarnain dan momen inipun diabadikan dalam QS. Al-Kahf : 94 yang berbunyi,

“ Apakah kami perlu mengupah agar Anda Sudi membangun benteng yang memisahkan antara kami dan mereka” (QS. Al-Kahfi : 94)

Maka Atas Seidzin Allah SWT , Dzulkarnainpun membuat benteng menutup celah itu dari campuran besi dan cairan tembaga panas yang memisahkan mereka hingga waktunya telah tiba sampai di kemudian hari benteng penutup itupun akan terbuka dan mereka akan membuat fitnah dan kerusakan lagi sampai datangnya hari akhir nanti , seperti yang difirmankan oleh Allah SWT,

“ Hingga apabila telah dibukakan (benteng) Ya’juj dan Ma’juj, sedangkan mereka turun dengan cepatnya dari seluruh tempat yang tinggi “ (QS. Al-Anbiya : 96)

Bagaimanakah ciri-ciri komunitas Ya’juj dan Ma’juj tersebut, Beberapa hadist nabi dan pendapat para Ulama memang tidak menyebutkan ciri fisik dan letak geografi secara detail hanya saja menyebutkan mereka dari segolongan manusia bukan dari bangsa jin atau malaikat, mereka dahulunya dua suku keturunan Yafid bin Nuh , nenek moyang mereka berasal dari Utara Asia , para ahli hadist menyebut mereka dengan Mongol dan Turkistan. Pendapat lainnya mengatakan dua suku itu adalah Tartar dan Mongol, sementara beberapa ulama lain menyebut mereka dengan Rusia dan Mongol dan ada juga menyebut mereka adalah suku Hongarian dan Mongol), mereka saat ini sudah menyebar dan berbaur ke seluruh komunitas yang ada di muka bumi ini ,

“ Dan pada hari itu Kami biarkan mereka berbaur antara satu sama lain…” (QS.Al-Kahf:99)

Kerusakan apa yang ditimbulkan mereka saat ini tentu tidak sama dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh nenek moyang mereka dulu, beberapa pendapat ulama mengatakan  bahwa fitnah yang dibawa Ya’juj dan Ma’juj saat ini adalah paham atheisme, komunisme, kapitalis, materialisme, bid’ah (bidat) dan kemerosotan moral umat manusia. Nah mungkin pembaca lebih mengenal kelompok manakah mereka…Wa Allahualam .

Daftar Pustaka

AL-QURAN Online, http://quran.islamdotnet.com/cari.php, akses 25 Desember 2006

Alexander Agung Menurut Islam, http://id.wikipedia.org/wiki/Alexander-Agung, akses 26 Desember 2006

HADIS Online, http://hadis.islamdotnet.com/, akses 25 Desember 2006

Artikel ini pernah dipublikasikan Warta Ubaya Edisi Januari 2007

2008/1/25

Epistemologi yang Islami

Tags:
@ 08:50 PM (6 months, 26 days ago)

Menegakkan Kembali Epistemologi Yang Islami

Oleh : Oky Widyanarko

 

Peradaban Islam sesungguhnya telah berkembang jauh sebelum bangsa-bangsa barat banyak melakukan berbagai penemuan dalam bidang teknologi. Sebut saja pakar-pakar muslim seperti Ibnu Sina yang merupakan filsuf dan ahli dalam kedokteran. Ibnu Sina juga merupakan Bapak kedokteran Modern, Ibnu Khaldun seorang pakar ekonomi, historiografi dan sosiologi, Al-Farabi yang mempunyai kontribusi besar pada bidang matematika dan Farmasi.Pada zaman keemasan Islam tersebut para Sarjana Muslim sebagai pelopor perkembangan ilmu dan teknologi dalam mengaplikasikan ilmunya tidak terlepas dari peran agamanya yaitu Islam. Sebagai sumber utama pengembangan ilmunya tentu saja kembali kepada Al-Quran dan Hadist Nabi. Kemerosotan peradaban Islam di abad modern saat ini tentunya disebabkan umat muslim sendiri telah melupakan epistomologi yang seharusnya diaplikasikan secara islami. Padahal Allah telah berfirman :

"Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat, "(QS : AL HAJJ (HAJI) ayat 3)

Bagaimanakah kita sebagai umat Islam, sebagai intelektual muslim, sebagai sarjana dan calon-calon sarjana muslim menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban modern saat ini yang kadangkala jika disimak dan diamati banyak bertentangan dengan moral dan akhlak kehidupan yang islami. Misalnya saja perkembangan teknologi nuklir yang akhirnya digunakan untuk membunuh satu sama lain, penemuan farmasi yang ternyata disalah gunakan untuk merusak generasi muda dengan "narkoba" dan obat-obatan psikotropika, rekayasa genetika yang mungkin nantinya mengaburkan silsilah keturunan. Alhasil memang peradaban modern yang tidak didampingi oleh akhlak yang baik akan menuju kehancuran. Untuk itu para intelektual muslim harus berani mendefenisikan kembali Epistomologi modern saat ini yang sudah terjerumus ke dalam kesesatan.Ada baiknya kita berusaha kembali membawa epistemologi menjadi epistemologi yang Islami. Epistemologi sendiri berarti,

"Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan."�

"Epistomologi atau Teori Pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis"

Epistemologi harus dikembalikan menjadi epistemologi yang Islami dalam arti mengedepankan 2 unsur yang seimbang yaitu ilmu pengetahuan berdasar ayat-ayat yang bersifat "Kauliyah" atau Empirik termasuk didalamya rasio, panca indera dan intuisi (hati), kedua, ayat-ayat "Kauniyah" atau berdasarkan sumber-sumber formal Islam seperti wahyu dalam Al-Quran yang menerangkan manusia tentang sesuatu bersifat meta-empirik atau supra rasional dan Hadist Nabi. Kenyataan empirik mungkin dapat dibuktikan dengan metodologi penelitian yang sudah berkembang saat ini, tapi untuk ayat-ayat " Kauniyah" maka hati atau intuisilah yang memegang peranan dimana ketaqwaan dan keimanan seorang akan mempengaruhi hal tersebut, Allah sendiri telah menyampaikan firmannya : 

" Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya," (QS : AL HAJJ (HAJI) ayat 8)

Peringatan Allah tersebut ditujukan kepada orang-orang yang hanya menggunakan ayat-ayat Kauliyah atau empirik saja tanpa ada pertanggungjawabannya terhadap sesuatu yang  ghaib atau meta-empirik dalam hal ini tentunya keberadaan Allah SWT sebagai Tuhan mereka, sebagai yang Maha Tahu. Para intelektual saat ini seakan-akan mulai terkena syndrome atheisme dimana semua kepandaiannya dan kejeniusannya dalam penemuan-penemuan ilmu dan teknologi karena hasil jerih payahnya sendiri dalam menggunakan akal dan panca inderanya. Semoga kita semua dijauhi dari pengaruh dan sifat-sifat tersebut dan sebagai intelektual muslim berupaya untuk mengembalikan epistemologi menjadi epistemologi yang Islami diakhiri dengan doa,

"dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS :THAAHAA ayat 114)"

Daftar Pustaka :

Al-Quran Online,http://quran.islamdotnet.com/cari.php, akses tanggal 15 Desember 2007

Ancok, DJamaludin dan Fuat Nashori Suroso, Psikologi Yang Islami : Solusi Islam atas Problem-Problem Psikologi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2004

Epistemologi, http://id.wikipedia.org/wiki/Epistemologi, akses tanggal 15 Desember 2007

Salim, Peter dan Yenny Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, 1st.ed., Jakarta : Modern English Press, 1991 

 

Oky Widyanarko

Pustakawan Universitas Surabaya, Email oky@ubaya.ac.id

2008/1/15

Islam Bukan Pseudo Religion

Tags:
@ 01:44 AM (7 months, 7 days ago)

Oleh :

Read the rest of this entry ... (665 words left)

2007/7/17

Pemindahan Kiblat : Tamparan buat Yahudi

Tags:
@ 01:20 AM (13 months, 9 days ago)
oleh : Oky W.

Sesungguhnya Yahudi banyak mencemooh Rasulullah, baik ketika beliau hidup maupun sampai hari ini. Isu yang banyak disebarkan adalah Muhammad sesungguhnya hanya nabi palsu yang menjiplak Taurat dan agama yang dibawanya adalah Yahudi juga dengan mengatakan bahwa kiblat muslim sebenarnya adalah ke Yerusalem dan bukan di kota Makkah. Tetapi sesungguhnya tiap-tiap umat mempunyai syariat yang berbeda demikianlah Allah berfirman :

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ إِلَى الله مَرْجِعُكُمْ جَمِيعاً فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

[5:48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian421 terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu422, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

Dengan perbedaan syariat itu maka muslim tidak sama dengan Yahudi maupun Nasrani sesungguhnya Allah Maha Kuasa dan Maha Adil bagaimana ketika Yerusalem dijadikan Kiblat bagi umat Yahudi maka Muslimpun diberi Kiblat yang baru seperti firmannya :

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللّهُ جَمِيعاً إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

[2:148] Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dan semua orang akan tahu kiblat muslim sebenarnya bukan ke Yerusalem tetapi ke Masjidil Haram di Kota Makkah , hal ini mematahkan anggapan orang-orang Yahudi bahwa Yerusalemlah atau Al-Quds adalah satu-satunya kiblat yang ditetapkan oleh Allah.

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوِهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

[2:144] Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit96, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Yahudi sebenarnya tahu kiblat muslim memang dari Tuhannya tetapi memang karena kebusukan hatinya mereka tidak mau menerima kebenaran tersebut. Tetapi begitulah itu merupakan tamparan dari yang Maha Kuasa buat mereka bahwa ada umat yang berbeda dan umat itu adalah pilihan Tuhan sendiri seperti dalam firmannya,

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

[3:110] Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang yang fasik.


2007/7/14

Meratapi Zion 3

Tags:
@ 07:37 PM (13 months, 11 days ago)

Meratapi Zion Bagian 3 ( Terakhir )

Read the rest of this entry ... (830 words left)

2007/7/6

Meratapi Zion 2

Tags:
@ 11:51 PM (13 months, 19 days ago)
Meratapi Zion Bagian 2

Read the rest of this entry ... (1573 words left)