Oky's Journal Online

My Dedicated for All My Friends in Librarian Community at Ubaya

2008/12/1

Siapakah yang Paling Besar Imannya

Tags:
@ 08:22 PM (11 months, 10 days ago)

Siapakah Yang Paling Besar Imannya

 

Oleh :

 

Oky Widyanarko

Pustakawan Universitas Surabaya

 

 

Dalam kehidupan sehari-hari kata “iman” sering kita dengar seperti iman kepada Allah, iman kepada Rasul dan iman kepada hari akhir. Tapi sebenarnya arti iman itu sendiri apa. Iman secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman diambil dari kata kerja 'aamana' -- yukminu' yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'. Perkataan iman yang berarti 'membenarkan' itu disebutkan dalam Al-Quran, di antaranya dalam Surat At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman." Iman itu ditujukan kepada Allah, Rasul dan Para Imam [http://id.wikipedia.org/wiki/iman]. 

 

Iman dalam Sebuah Riwayat

 

Diriwayatkan oleh Umar bin Khatthab r.a., beliau berkata : saya bersama Rasulullah s.a.w sedang duduk-duduk. Rasul s.a.w. bertanya kepada para sahabat, "Katakan kepadaku, siapakah yang paling besar imannya?" Para sahabat menjawab; 'Para malaikat, wahai Rasul'. Nabi s.a.w bersabda, “Tentu mereka demikian. Dan mereka berhak seperti itu. Tidak ada yang bisa menghalangi itu, karena Allah s.w.t telah memberikan mereka tempat”. Sahabat menjawab, “Para Nabi yang diberi kemuliaan oleh Allah SWT, wahai Rasul”. Nabi s.a.w. bersabda, “Tentu mereka demikian. Dan mereka berhak seperti itu. Tidak ada yang bisa menghalangi itu, karena Allah SWT telah memberikan mereka tempat”.

Sahabat menjawab lagi, “Para syuhada yang ikut bersyahid bersama para Nabi, wahai Rasul”.
Nabi s.a.w. bersabda, “Tentu mereka demikian. Dan mereka berhak seperti itu. Tidak ada yang bisa menghalangi itu, karena Allah SWT telah memberikan mereka tempat”.
 
Siapakah yang Paling Besar Imannya

 

Para sahabat kemudian bertanya, “lalu siapa, wahai Rasul”? . Ternyata jawaban Nabi Muhammad s.a.w. seperti pada sabda beliau,


 “Kaum yang hidup sesudahku. Mereka beriman kepadaku, dan mereka tidak pernah melihatku, mereka membenarkanku, dan mereka tidak pernah bertemu dengan aku. Mereka menemukan kertas yang menggantung, lalu mereka mengamalkan apa yang ada pada kertas itu. Maka, mereka-mereka itulah yang orang-orang yang paling utama di antara orang-orang yang beriman”. [Musnad Abî Ya’lâ, hadits nomor 160].

» Leave a comment


:mrgreen: :neutral: :twisted: :arrow: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :idea: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad: :!: :?:

Preview:

You say:

To prevent spam, please type in the exact word you see in this image: CAPTCHA
To refresh the image, click here. Otherwise, contact us.

  • Your E-mail address is never displayed. If you enter it, it will only be visible to the blog author
  • The line and paragraph breaks automatically