Siapakah yang Paling Besar Imannya
Siapakah Yang Paling Besar Imannya
Oleh :
Oky Widyanarko
Pustakawan Universitas Surabaya
Dalam kehidupan sehari-hari kata “iman” sering kita dengar seperti iman kepada Allah, iman kepada Rasul dan iman kepada hari akhir. Tapi sebenarnya arti iman itu sendiri apa. Iman secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman diambil dari kata kerja 'aamana' -- yukminu' yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'. Perkataan iman yang berarti 'membenarkan' itu disebutkan dalam Al-Quran, di antaranya dalam Surat At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman." Iman itu ditujukan kepada Allah, Rasul dan Para Imam [http://id.wikipedia.org/wiki/iman].
Iman dalam Sebuah Riwayat
Diriwayatkan oleh Umar bin Khatthab r.a., beliau berkata : saya bersama Rasulullah s.a.w sedang duduk-duduk. Rasul s.a.w. bertanya kepada para sahabat, "Katakan kepadaku, siapakah yang paling besar imannya?" Para sahabat menjawab; 'Para malaikat, wahai Rasul'. Nabi s.a.w bersabda, “Tentu mereka demikian. Dan mereka berhak seperti itu. Tidak ada yang bisa menghalangi itu, karena Allah s.w.t telah memberikan mereka tempat”. Sahabat menjawab, “Para Nabi yang diberi kemuliaan oleh Allah SWT, wahai Rasul”. Nabi s.a.w. bersabda, “Tentu mereka demikian. Dan mereka berhak seperti itu. Tidak ada yang bisa menghalangi itu, karena Allah SWT telah memberikan mereka tempat”.
Sahabat menjawab lagi, “Para syuhada yang ikut bersyahid bersama para Nabi, wahai Rasul”.
Nabi s.a.w. bersabda, “Tentu mereka demikian. Dan mereka berhak seperti itu. Tidak ada yang bisa menghalangi itu, karena Allah SWT telah memberikan mereka tempat”.
Siapakah yang Paling Besar Imannya
Para sahabat kemudian bertanya, “lalu siapa, wahai Rasul”? . Ternyata jawaban Nabi Muhammad s.a.w. seperti pada sabda beliau,